Permainan Tradisional Satur Karo dari Sudut Pandang Masyarakat Kota Brastagi

Penulis

  • Yawan Jupiter Tambunan Universitas Sumatera Utara image/svg+xml , Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya
  • Muhammad Zaidaan Damar Universitas Sumatera Utara image/svg+xml , Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya
  • Herni Zai Universitas Sumatera Utara image/svg+xml , Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya
  • Keane Manuel Pasaribu Universitas Sumatera Utara image/svg+xml , Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya
  • Lestari Dara Cinta Utami Ginting Universitas Sumatera Utara image/svg+xml
  • Lila Pelita Hati Universitas Sumatera Utara image/svg+xml

Kata Kunci:

Satur Karo, permainan tradisional, budaya, pelestarian, kearifan lokal

Abstrak

Permainan tradisional Satur Karo merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Karo yang mencerminkan nilai sejarah, sosial, dan kreativitas kolektif. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan di era modern, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kota Berastagi, akibat dominasi hiburan digital dan keterbatasan dokumentasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap Satur Karo, mengkaji metode pembuatannya, serta mengidentifikasi nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam praktik permainan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka sejarah lisan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non-partisipatif, dokumentasi visual, serta studi pustaka. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode serta verifikasi koherensi informasi. Analisis data dilakukan secara induktif berdasarkan tema-tema utama, meliputi asal-usul permainan, fleksibilitas aturan, dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satur Karo memiliki fungsi sosial, psikologis, dan edukatif yang signifikan, tercermin dalam empat sistem aturan (ombang): Sikaelung, Sitempungan, Simurjah, dan Simboyanak. Keempatnya menekankan strategi, kreativitas, kerja sama, negosiasi, dan nilai musyawarah (ari-ari). Meskipun demikian, menurunnya minat generasi muda dan minimnya dukungan struktural mengancam kelestarian permainan ini, sehingga diperlukan upaya pelestarian yang adaptif dan berkelanjutan

Biografi Penulis

  • Yawan Jupiter Tambunan, Universitas Sumatera Utara, Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya

    Mahasiswa aktif Program Studi S1 Ilmu Sejarah

  • Muhammad Zaidaan Damar, Universitas Sumatera Utara, Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya

    Mahasiswa aktif Program Studi S1 Ilmu Sejarah

  • Herni Zai, Universitas Sumatera Utara, Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya

    Mahasiswa aktif Program Studi S1 Ilmu Sejarah

  • Keane Manuel Pasaribu, Universitas Sumatera Utara, Program Studi S1 Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya

    Mahasiswa aktif Program Studi S1 Ilmu Sejarah

  • Lestari Dara Cinta Utami Ginting, Universitas Sumatera Utara

    Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

  • Lila Pelita Hati, Universitas Sumatera Utara

    Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Referensi

Angrosino, M. (2007). Doing ethnographic and observational research. SAGE Publications.

Aulia, R. H., Ariyanda, N. A., Zikra, Z. A., Anwar, Z. A., Amanda, L. P., & Marsanda, Y. (2024). Permainan tradisional dalam budaya dan peningkatan interaksi sosial anak. Jurnal Padamu Negeri. https://doi.org/10.69714/b1tpwq79

Ashar, A., Pratama, R., & Lestari, F. (2024). The impact of traditional games on social‑emotional development. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 45–56. https://doi.org/10.12345/jpa.2024.062

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Chandra, D., Siburian, R.E., Ginting, L.D.C.U., & Ginting, J.S. (2023). Eksistensi Catur Karo Ditengah-tengah Kehidupan Masyarakat Karo: Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Seberaya, Desa Lingga, Dan Desa Sukambayak. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 2(10), 1449–1458. https://doi.org/10.53625/jpdsh.v2i10.6452

Cendana, H., & Suryana, D. (2021). Pengembangan Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 771–778. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1516

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, I., Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.

Ihromi, T. O. (2006). Pokok-pokok antropologi budaya. Yayasan Obor Indonesia.

Ilmi, S., Julianto, J., & Kusmati, N. A. (2024). The implementation of traditional game media to enhance social‑emotional relationships between elementary school students. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 5(05), 1061–1068. https://doi.org/10.59141/jiss.v5i05.1111

Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). SAGE Publications.

Malone, T. W. (1981). Toward a theory of intrinsically motivating instruction. Cognitive Science, 5(4), 333–369. https://doi.org/10.1207/s15516709cog0504_2

Mulyana, Y., & Lengkana, S.A. (2019). Permainan Tradisional. Bandung: CGR Printing

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.

Portal Berita Karo (2011, 8 Desember). Pecatur Karo Yang Mendunia. https://karo.or.id/pecatur-karo-yang-mendunia/

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.

Rambe, A. P., Nasution, D. A., Siregar, R. M., Hafifah, & Khadijah, K. (2023.). Development of early childhood’s emotional ability through traditional games (Congklak). Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), Article 7664. https://doi.org/10.36456/incrementapedia.vol5.no1.a7664

Riadi, F.S., & Lestari, T. (2021) The Effectiveness of Traditional Games on the Social Development of Elementary School Students in the Digital Age. Indonesian Journal of Primary Education. 5(2), 223-231. https://doi.org/10.17509/ijpe.v5i2.34838

Sedyawati, E. (1999). Permainan Anak-anak sebagai Aspek Budaya. Editor: Krisdyatmiko. Dolanan anak: Refleksi budaya dan wahana tumbuhkembang anak. Yogyakarta: Plan International Indonesia-Yogyakarta dan LPM Sosiatri Fisipol UGM.

Thompson, P. (2017). The voice of the past: Oral history (4th ed.). Oxford University Press.

Widyananti, T., & Winanto, A. . (2024). Improving Socio-Emotional Competence of Grade IV Elementary School Students by Implementing Traditional Games in Learning. Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(1), 76–83. https://doi.org/10.33084/tunas.v10i1.9085

Unduhan

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Tambunan, Y. J., Damar, M. Z., Zai, H., Pasaribu, K. M., Lestari Dara Cinta Utami, G., & Hati, L. P. (2026). Permainan Tradisional Satur Karo dari Sudut Pandang Masyarakat Kota Brastagi. Journal of Social Inquiry and Perspectives, 1(1), 9-16. https://skadipress.com/index.php/JSIP/article/view/4