Permainan Tradisional Satur Karo dari Sudut Pandang Masyarakat Kota Brastagi
Kata Kunci:
Satur Karo, permainan tradisional, budaya, pelestarian, kearifan lokalAbstrak
Permainan tradisional Satur Karo merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Karo yang mencerminkan nilai sejarah, sosial, dan kreativitas kolektif. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan di era modern, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kota Berastagi, akibat dominasi hiburan digital dan keterbatasan dokumentasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap Satur Karo, mengkaji metode pembuatannya, serta mengidentifikasi nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam praktik permainan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka sejarah lisan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan non-partisipatif, dokumentasi visual, serta studi pustaka. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode serta verifikasi koherensi informasi. Analisis data dilakukan secara induktif berdasarkan tema-tema utama, meliputi asal-usul permainan, fleksibilitas aturan, dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satur Karo memiliki fungsi sosial, psikologis, dan edukatif yang signifikan, tercermin dalam empat sistem aturan (ombang): Sikaelung, Sitempungan, Simurjah, dan Simboyanak. Keempatnya menekankan strategi, kreativitas, kerja sama, negosiasi, dan nilai musyawarah (ari-ari). Meskipun demikian, menurunnya minat generasi muda dan minimnya dukungan struktural mengancam kelestarian permainan ini, sehingga diperlukan upaya pelestarian yang adaptif dan berkelanjutan
Referensi
Angrosino, M. (2007). Doing ethnographic and observational research. SAGE Publications.
Aulia, R. H., Ariyanda, N. A., Zikra, Z. A., Anwar, Z. A., Amanda, L. P., & Marsanda, Y. (2024). Permainan tradisional dalam budaya dan peningkatan interaksi sosial anak. Jurnal Padamu Negeri. https://doi.org/10.69714/b1tpwq79
Ashar, A., Pratama, R., & Lestari, F. (2024). The impact of traditional games on social‑emotional development. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 45–56. https://doi.org/10.12345/jpa.2024.062
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Chandra, D., Siburian, R.E., Ginting, L.D.C.U., & Ginting, J.S. (2023). Eksistensi Catur Karo Ditengah-tengah Kehidupan Masyarakat Karo: Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Seberaya, Desa Lingga, Dan Desa Sukambayak. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 2(10), 1449–1458. https://doi.org/10.53625/jpdsh.v2i10.6452
Cendana, H., & Suryana, D. (2021). Pengembangan Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 771–778. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1516
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, I., Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.
Ihromi, T. O. (2006). Pokok-pokok antropologi budaya. Yayasan Obor Indonesia.
Ilmi, S., Julianto, J., & Kusmati, N. A. (2024). The implementation of traditional game media to enhance social‑emotional relationships between elementary school students. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 5(05), 1061–1068. https://doi.org/10.59141/jiss.v5i05.1111
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2009). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (2nd ed.). SAGE Publications.
Malone, T. W. (1981). Toward a theory of intrinsically motivating instruction. Cognitive Science, 5(4), 333–369. https://doi.org/10.1207/s15516709cog0504_2
Mulyana, Y., & Lengkana, S.A. (2019). Permainan Tradisional. Bandung: CGR Printing
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.
Portal Berita Karo (2011, 8 Desember). Pecatur Karo Yang Mendunia. https://karo.or.id/pecatur-karo-yang-mendunia/
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Rambe, A. P., Nasution, D. A., Siregar, R. M., Hafifah, & Khadijah, K. (2023.). Development of early childhood’s emotional ability through traditional games (Congklak). Incrementapedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), Article 7664. https://doi.org/10.36456/incrementapedia.vol5.no1.a7664
Riadi, F.S., & Lestari, T. (2021) The Effectiveness of Traditional Games on the Social Development of Elementary School Students in the Digital Age. Indonesian Journal of Primary Education. 5(2), 223-231. https://doi.org/10.17509/ijpe.v5i2.34838
Sedyawati, E. (1999). Permainan Anak-anak sebagai Aspek Budaya. Editor: Krisdyatmiko. Dolanan anak: Refleksi budaya dan wahana tumbuhkembang anak. Yogyakarta: Plan International Indonesia-Yogyakarta dan LPM Sosiatri Fisipol UGM.
Thompson, P. (2017). The voice of the past: Oral history (4th ed.). Oxford University Press.
Widyananti, T., & Winanto, A. . (2024). Improving Socio-Emotional Competence of Grade IV Elementary School Students by Implementing Traditional Games in Learning. Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(1), 76–83. https://doi.org/10.33084/tunas.v10i1.9085